Tanin Dari Kulit Buah Durian (Durio Zibethinus Murr) Sebagai Inhibitor Organis untuk Mereduksi Laju Korosi Baja Karbon
DOI:
https://doi.org/10.37338/inovator.v8i1.460Keywords:
Tanin, Durian, CorossionAbstract
Korosi merupakan suatu bentuk kerusakan yang terjadi pada logam dan tidak dapat dicegah namun, korosi dapat diperlambat. Salah satu metode untuk memperlambat terjadinya korosi adalah dengan cara pemberian inhibitor. Pemilihan bahan alam sebagai inhibitor korosi merupakan salah satu alternatif yang dapat dikembangkan karena biaya yang relatif murah serta ramah lingkungan. Bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor adalah bahan yang mengandung atom N, O, P, S, dan senyawa-senyawa yang memiliki pasangan elektron bebas pada atom penyusunnya. Salah satu senyawa yang dapat digunakan sebagai inhibitor alami adalah polifenol, yaitu senyawa yang banyak terdapat didalam tanin kulit buah durian.Pembuatan spesimen uji dilakukan di Laboratorium Desain dan Uji Bahan Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Sedangkan pengamatan struktur mikro dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Variabel yang digunakan adalah variasi konsentrasi ekstrak kulit buah durian 0 ppm, 1000 ppm, 1200 ppm, 1400 ppm. Korosi rata-rata pada konsentrasi 0 ppm adalah 6,1213 mdd, 1000 ppm adalah 2,3404 mdd, 1200 ppm adalah 2,8409 mdd,dan 1400 ppm adalah 3,5074 mdd. Dengan efisiensi inhibitor terbesar yaitu setelah perendaman selama 30 hari pada konsentrasi 1000 ppm adalah 78,98%,dan pada 40 hari konsentrasi 1200 ppm adalah 72,08%,dan 1400 ppm adalah 65,81%. Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah durian berpengaruh terhadap laju korosi baja karbon.
References
Anwar, B,. 2009. Pengamatan Struktur Mikro pada Korosi Antar Butir dari Material Baja Tahan Karat Austenitik Setelah Mengalami Proses Pemanasan. Yogyakarta.
Arif, R,H,. 2012. Analisa Korosi Atmosfer Pada Baja Karbon-Sedang di Kota Semarang. Semarang.
Asdim. 2007. Penentuan Efisiensi Inhibisi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana) Pada Reaksi Korosi Baja Larutan Asam. Bengkulu.
Aziz, A,K,. 2012. Analisa Pengaruh Penambahan Inhibitor Kalsium Karbonat dan Tapioka Terhadap Tingkat Laju Korosi pada Pelat Baja Tangki Ballast Air Laut. Yogyakarta.
Yonna, L. 2012. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Teh (Camelia Sinensis) Terhadap Laju Korosi Baja Karbon Shedule 40 Grade B erw. Vol. 1. Sumatera barat.
Rosita, D,H,. 2010. Studi Inhibisi Baja Austenitik 304 Dalam Media NaCl 3% Dengan Menggunakan Inhibitor Asam-asam Lemak Hasil Hidrolisis Minyak Biji Kapuk. Tugas Akhir Program Sarjana. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Kimia. Institut Teknoogi Sepuluh Nopember Surabaya.
Harborne, J.B. 2014, Metode Fitokimia : Penuntun Cara Mode Menganalisis Tumbuhan, diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. Terbitan Kedua. Penerbit ITB. Bandung
Nasution, Y.R.A, Hermawan, S, Hasibuan, R. 2012,Penentuan Efisiensi Inhibisi Reaksi Korosi Baja Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L),Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 1, No. 2, Medan
Turnip, L.B, Handani, S., Mulyadi, S., 2015,Pengaruh Penambahan Inhibitor Ekstrak Kulit Buah Manggis Terhadap Penurunan Laju Korosi Baja ST-37. Jurnal Fisika Unand Vol. 4, No. 2, April 2015, Padang
Yuli, A, N,. 2012. Penentuan Efisiensi Inhibisi Reaksi Korosi Baja dengan Ekstrak Kulit Buah manggis. Vol. 1. Bengkulu.
Yanuar, A.P., Pratikno,H., Titah, H.S., 2016, Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi pada Material Pipa dalam Larutan Air Laut Buatan. Jurnal Teknik Vol. 5, No. 2, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Ardly, H.S., Hernawan, I., dan Tanuwira, U.H., 2012, Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) pada Ampas Tahu terhadap Kadar NH3 dan VFA Cairan Rumen (In Vitro), Vol.1, No.1, Jurnal Ilmiah Penelitian Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Elfidiah Elfidiah, Sri Martini , Ummi Kalsum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




